Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa, 7 April 2026 waktu setempat atau pada Rabu, 8 April 2026 waktu Indonesia menyetujui gencatan senjata dengan Iran selama dua minggu.

Menurut Presiden Trump dalam pernyataan tertulisnya yag diunggah Gedung Putih menyatakan bahwa negosiasi dengan Iran difasilitasi Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir.

AS  sendiri mengajukan 17 persyaratan dan Iran 10 permintaan dalam negosiasi gencatan senjata yang kemudian dipuncaki dengan kesepakatan negeri bangsa Persia untuk membuka Selat Hormuz yang membawa Presiden Trump menyetujui gencatan senjata.

"Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran untuk periode dua Minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!" tegas Presiden Trump.

Mengenai 10 poin persyaratan yang diajukan Iran, Presiden Trump telah menerimanya dan percaya bahwa hal-hal tersebut dapat menjadi landasan negosiasi.

Dalam maktu dua minggu gencatan senjata akan digunakan untuk menyelesaikan kesepakatan agar perdamaian dapat dicapai sebagai bagian solusi jangka panjang kata President Trump.

AS dan Israel melancarkan operasi militer gabungan terhadap Iran sejak 28 Februari lalu yang bagi Israel menjadi bagian dari operasi yang disebut Roaring Lion, sementara bagi AS liberi nama operasi Epic Fury.

Iran melakukan serangan balasan langsung ke Israel dan juga ke negara-negara Arab tetangganya dengan alasan wilayah mereka digunakan AS untuk meluncurkan serazngannya.***