Jenewa - Filippo Grandi mengakhiri 10 tahun pelayanannya sebagai Komisioner Tinggi Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi (UNHCR) pada Rabu, 31 Desember 2025 waktu setempat.
Upacara pelepasan Filippo Grandi berjudul Le Darnier Killometre - avec le Haut-Commissaire yang mana pengungsi dari berbagai asal negara yang telah menetap di Jenewa, Swiss diundang untuk berjalan bersama Grandi menuju Palais de Nation sebelum kembali ke Markas UNHCR kata Shahrzad Tadjbaksh, kepala kabinet UNHCR.
"Ini adalah langkah-langkah terakhir saya sebagai Komisioner Tinggi (UNHCR) saya akan meninggalkan jabatan ini dalam beberapa jam ke depan setelah 10 tahun. Tentu ini sangat emotional, 10 tahun," kata Grandi di sela-sela upacara pelepasannya.
Grandi pernah berkunjung ke Indonesia yang merupakan tempat transit bagi belasan ribu pencari suaka dan pengungsi dari lebih kurang 50 negara asal yang menunggu kejelasan masa depannya untuk ke negara baru atau yang lainnya.
Dalam 10 tahun perjalanan karirnya sebagai Komisioner Tinggi UNHCR Filippo Grandi berjuang agar banyak pengungsi bisa memperoleh bantuan dan penempatan di negara baru di tengah pengetatan anggaran, munculnya perang-perang baru serta kebijakan imigrasi banyak negara yang semakin tidak berpihak pada pengungsi.
Diplomat asal Italia ini akan digantikan oleh Barham Salih, seorang politisi Dan diplomat asal Kurdi-Irak pada 1 Januari 2026.(***)


