Jakarta - Perusahaan pertambangan Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melaporkan pendapatan sepanjang tahun 2024 sebesar 2.304 juta dollar Amerika, turun 3 persen dibandingkan pendapatan sepanjang 2023, dengan pendapatan bersih sebesar 376 juta dolar Amerika.

Dalam pengumuman resmi perusahaan tertanggal 26 Februari 2025, ITMG menyatakan walau demikian perusahaan menunjukkan performa operasional yang solid sepanjang 2024 dengan adanya peningkatan produksi batubara sebesar 20 persen menjadi 20,2 Mt dibandingkan tahun sebelumnya 16,9 Mt dan peningkatan volume penjualan sebesar 15 persen dibandingkan dengan di tahun 2023.

"Kinerja operasional yang kuat mendukung pendapatan perusahaan, di mana pendapatan hanya sedikit menurun sebesar 3%," demikian pernyataan ITMG.

Hal ini disebabkan penurunan harga jual rata-rata batubara (ASP) di tahun 2024 sebesar 16 persen.

Penambahan volume produksi tahunan ITMG pada 2024 dikarenakan mulai beroperasinya dua tambang baru, yakni di bawah bendera produksi PT Graha Panca Karsa dan PT Tepian Indah Sukses.

Produksi batubara ITMG sepanjang tahun 2024 paling banyak diekspor ke Tiongkok dan Jepang.

ITMG adalah perusahaan yang lebih dari 65 persen sahamnya dipegang perusahaan minieral Singapura Banpu Minerals, memiliki operasianal pertambangan batubara di beberapa lokasi di Indonesia termasuk di Kalimantan. (***)