Jakarta - Lembaga Kebudayaan Jerman Goethe Institut Indonesia bermitra dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kedutaan Besar Jerman di Indonesia, Universitas Negeri Jakarta dan Rolls Royce menggelar Science Film Festival Indonesia 2025 yang dibuka pada 4 November.

Festival film internasional ini akan berlangsung dari 4 sampai 30 November 2025 di 70 kota di seluruh Indonesia dengan target siswa-siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan tema "Green Jobs".

Ada pun kota-kota yang akan ikut memutar 16 film dari tujuh negara asal film, yakni, Aceh Besar, Ambon, Arguni, Balige, Banda Aceh, Bandar Lampung, Bandung, Bangkalan, Bekasi, Bengkulu, Bintuni, Bogor, Bolaang Mongondow, Bukittinggi, Buol Toli-toli, Depok, Dolok Sanggul, Ende, Gowa, Humbang Hasudutan, Jakarta, Jayapura, Jember, Kendari, Kuningan, Kupang, Larantuka, Lawang, dan Lombok Tengah.

Kemudian kota lainnya yakni, Malang, Memberamo Tengah, Manado, Manokwari, Mataram, Matauli Pandan, Maumere, Medan, Mojongsongo, Palangka Raya, Palembang, Payakumbuh, Pekanbaru, Pematang Siantar, Pontianak, Poso, Salatiga, Samarinda, Sarmi, Semarang, Sidoarjo, Soe, Sorong, Sukabumi, Sumba Barat Daya, dan Surabaya.

Selain itu ke-16 film juga akan diputar di kota-kota yakni, Tambolaka, Tanah Merah Baru, Tangerang, Tarutung, Temanggung, Tentena, Timika, Toba, Tomohon, Toraja, Waibakul, Waikabuba, Waingapu, Wonogira dan Yogyakarta.

Ada pun negara-negara asal 16 film yang akan diputar di Science Film Festival Indonesia 2025 yaitu Jerman, Ceko, Belanda,Uruguai, Afrika Selatan, Argentina dan Inggris.

Pada pembukaan Science Film Festival Indonesia 2025 di Kemendikti Saintek pada Selasa, 4 November 2025, ratusan siswa SMA yang hadir menonton film asal Jerman yang berjudul "Nine-and-a-half Underwater Noise - Why is the Ocean so Loud?" yang menceritakan kisah seorang peneliti yang melakukan riset tentang pengaruh kebisingan bagi anjing laut. (***)