Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Rupublik Indonesia (RI) pada Rabu, 31 Desember mengkonfirmasi bahwa varian baru influenza A(H3N2) subclade K telah masuk ke Indonesia, namun kondisi nasional dinyatakan aman.

Menurut Kemenkes, hingga akhir Desember 2025 kondisi penyebaran dan dampak dari virus influenza A(H3N2) subclade K masih terkendali serta tidak menunjukkan peningkatan kasus yang parah jika dibandingkan dengan varian virus influenza lainnya.

“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” jelas Direktur Penyakit Menular Kemenkes dr. Prima Yosephine di Jakarta pada Rabu, 31 Desember 2025.

Menurutnya, secara global peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring dengan masuknya musim dingin.

Sementara itu, Subclade K sendiri pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara, tambahnya.

“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujar dr. Prima.

Ada pun di Asia, subclade K telah dilaporkan terdeteksi di sejumlah negara, di antaranya Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025 di mana trend kasus menunjukkan penuruan dalam dua bulan terakhir.(***)