Jakarta - Mengantisipasi kemungkinan hujan lebat melanda wilayah-wilayah di Jawa Barat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan modifikasi cuaca pada Sabtu, 15 Maret 2025 malam.

Upaya modifikasi cuaca dilakukan sebagai tindak lanjut analisis cuaca yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan pergerakan awan hujan masih tinggi di wilayah Jawa Barat bagian timur, demikian disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari pada Minggu, 16 Maret 2025.

"Penerbangan malam tim Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) BNPB yang dimulai pada pukul 20.00 WIB ini bertujuan untuk mengurangi supply massa udara yang berpotensi masuk ke wilayah Jabodetabek mengingat pantauan cuaca wilayah Bogor terjadi hujan lebat lebih dari 50 mm, dan wilayah Majalengka yang terpantau terjadi hujan ekstrem mencapai 156 mm," jelas Abdul Muhari.

Menurut BNPB, sepanjang Sabtu telah diterbangkan tujuh sorti penerbangan OMC yang dilakukan dua tim, yakni dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dan Jawa Barat.

"Rencananya, pada hari Minggu, 16 Maret, BNPB akan memindahkan posko TIM OMC BNPB dari Lanud Halim Perdanakusuma ke Lanud Husein Sastranegara. Hal ini dengan mempertimbangkan prediksi dari satelit dan radar cuaca pertumbuhan awan dan potensi hujan ekstrim dominan terjadi di wilayah Jawa Barat bagian timur dan selatan yang dominan terjadi pada malam dan dini," jelas Abdul Muhari.(***)