Washington DC/Yerusalem - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan telah memulai serangan militer terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Serangan militer gabungan yang disebut Israel sebagai operasi militer "Lion's Roar" atau Singa Mengaum kata kedua pemimpin salah satunya bertujuan memerdekakan masyarakat Iran dari tirani pemerintahnya.
"Beberapa waktu lalu, militer AS telah memulai operasi tempur besar di Iran," kata Presiden Trump, yang menambahkan bahwa tujuan operasi militer ini untuk melindungi warga Amerika dari ancaman senjata nuklid Iran.
Kepada anggota Garda Revolusi Iran, tentara dan polisi, Presiden Trump meminta mereka untuk meletakkan senjata dan akan memperoleh impunitas dan bila tidak akan berhadapan dengan kematian.
"...kepada masyarakat Iran, saya malam ini Atakan, masa kebebasanmu telah tiba. Tetap berlindung, jangan keluar rumah...bom akan dijatuhkan di mana-mana," kata Presiden Trump.
Secara terpisah, PM Benjamin Netanyahu dari Yerusalem menyampaikan pernyataan bahwa operasi gabungan "Lion's Roar" telah dilancarkan.
"Saudara-saudaraku warga Israel, satu jam yang lalu, Israel dań Amerika Serikat memulaio operasi untuk eksistensi ancaman yang ada dari rezim teroris Iran," kata PM Netanyahu mengumumkan.
Menurutnya, operasi militer gabungan Lion's Roar juga bertujuan untuk membebaskan rakat Iran.
"Operasi gabungan kami akan menciptakan kondisi-kondisi bagi masyarakat Iran yang berani untuk mengambil kendapi atas nasib mereka sediri," kataya.***
