Labuan Bajo, NTT - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada Kamis, 1 Januari 2026 memutuskan untuk memperpanjang operasi pencarian tiga korban kecelakaan laut asal Spanyol di Perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Operasi search and rescue (SAR) atau pencarian dan penyelamatan tiga korban WN Spanyol pasca kecelakaan laut yang menimpa kapal wisata KM Putri Sakinah pada Jumat, 26 Desember 2025 diperpanjang selama tiga hari dari 2 Januari sampai 4 Januari 2026.
Keputusan perpanjangan operasi SAR terhadap korban KM Putri Sakinah setelah dilakukan evaluasi seperti disampaikan oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC).
Sebelumnya pada Rabu, 31 Desember 2025, Duta Besar Spanyol untuk Indonesia Bernardo de Sicart Escoda telah mengirimkan surat memohon agar operasi pencarian para korban WN Spanyol ini tetap dilanjutkan.
Kecelakaan (laka) laut terhadap KM Putri Sakinah terjadi pada Jumat, 26 Desember malam, dengan 11 orang di dalam kapal - enam penumpang WN Spanyol dan lima kru WN Indonesia - di mana empat korban hilang dan tujuh orang lainnya selamat.
Keempat korban hilang adalah pelatih tim sepakbola wanita Spanyol Valencia FC yakni Martin Carreras Fernando dan ketiga anaknya.
Pada Senin, 29 Desember 2025, seorang korban Perempuan ditemukan di Perairan Labuan Bajo di area Taman Nasional Komodo yang telah diindentifikasi oleh istri Martin Carreras Fernando sebagai salah satu anak mereka.
Hingga saat ini Martin dan kedua anaknya masih belum ditemukan.
“Berdasarkan hasil evaluasi sore ini, Tim SAR Gabungan akan melanjutkan dan memaksimalkan upaya pencarian selama tiga hari ke depan,” ujar Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC).


