Jakarta - Kabar duka datang dari Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB), yang mana salah satu pendeta seniornya yang juga salah satu penerjemah Alkitab, Pendeta Olbers Elhardus Christiaan Wuwungan D.Th. meninggal dunia dalam usia 91 tahun di Jakarta pada Selasa, 27 Januari 2026.

Dalam siaran pers GPIB disebutkan bahwa Pendeta O.E.C. Wuwungan D.Th. semasa hidup pernah menjadi Ketua Umum Fungsionaris Majelis Sinode (FMS) GPIB dua periode, yaitu pada 1990-1995 dan 1995 – 2000.

"Pendeta Wuwungan yang  dikenal sebagai anggota Tim Revisi Alkitab Terjemahan Baru (TB)  dan Sekretaris Departemen Penerjemahan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit (RS) Primaya Hospital PGI Cikini, Jakarta Pusat," demikian pernyataan pers GPIB yang diterima liputan62.com.  

Berdasarkan tradisi GPIB, jenazah Pendeta Wuwungan disemayamkan di Wisma GPIB Immanuel, Jalan Medan Merdeka Timur No.10 Gambir, Jakarta Pusat sebelum dikebumikan. Rencananya jenazah almarhum akan dimakamkan pada Rabu, 28 Januari 2026 di TPU Petamburan, Jakarta.

“GPIB sangat kehilangan tokoh panutan. Pendeta O. E. Ch. Wuwungan adalah teolog Calvinis sejati, yang mendedikasikan waktu dan pemikirannya untuk membangun iman  warga jemaat dan kemajuan GPIB. Ini sangat luar biasa dan patut diteladani,” kata Sekretaris Umum (Sekum) FMS GPIB Pendeta Ebser Mago Lalenoh. M.Th..

Menurutnya, Pendeta Wuwungan semasa hidup memiliki tekad yang kuat untuk membekali generasi muda GPIB dengan pesan Firman Tuhan yang mudah dipahami.

“Pendeta Wuwungan adalah pendekar GPIB di balik penerjemahan Alkitab Terjemahan Baru. Hasil revisi Alkitab sudah kita gunakan pada setiap ibadah, saat ini,” tambah Pendeta Ebser. 

Pendeta Wuwungan yang lahir di Jakarta pada 28 Juni 1934 memiliki akar keluarga dari Minahasa, Sulawesi Utara. Pendidikan dasar dan menengahnya di tempus di masa pendudukan Belanda di Indonesia, yakni di Carpentier Alting Lyceum, jurusan Gymnasium dan di Christelijke HBS bestuurt-turut.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan tingginya di Sekolah Tinggi Theologia (STT)  Jakarta atau yang sekarang dikenal sebagai Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta dan  lulus tahun 1961 dengan predikat cum laude. Pendidikan master ia tempus di Rijksuniversiteit Utrecht, Belanda dan lulus pada 1997. Ada pun gelar doktoralnya diraih pada 1983 dari STT Jakarta.