Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan perayaan pergantian tahun 2025 ke tahun baru 2026 tanpa kembang api sebagai bentuk solidaritas bagi para korban bencana di Indonesia.
Bencana hidrometeorologi terjadi hebat di penghujung tahun 2025 melanda pulau Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat sebagai daerah terdampak hebat, dan berbagai tempat di Indonesia. Ribuan nyawa hilang dan jutaan orang kehilangan tempat tinggal dan harus berada di tempat-tempat pengungsian.
Pemprov DKI Jakarta mengganti tradisi kembang api dengan atraksi udara drone serta panggung hiburan di berbagai titik di ruas jalan Thamrin dan Sudirman serta di kawasan Kota Tua.
Warga di berbagai wilayah perumahan tetap merayakan tahun baru dengan kembang api, namun dari pantauan Liputan62 di beberapa jembatan utama di Jakarta, seperti jembatan penghubung Kuningan dan Menteng di Jakarta Pusat, dijaga aparat keamanan agar tidak ada atraksi kembang api dari warga.
"Memang acaranya sederhana dan empati. Dan ini juga menggambarkan keinginan publik," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di sela-sela perayaan Tahun Baru di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat pada Kamis, 1 Januari 2026.
Hujan ringan yang membasahi langit Jakarta pada malam pergantian tahun, juga membuat warga masyarakat tidak berlama-lama di luar rumah. (***)


