Jakarta - Hujan dengan intensitas tinggi telah menyebabkan sungai-sungai meluap dan banjir yang merendam rumah-rumah warga pada Jumat, 6 Maret 2026 di Kabupaten Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya hilang, kata Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Dalam keterangan tertulisnya BNPB menyebutkan bahwa banjir di Kabupaten Lampung Selatan terjadi di lima desa di dua kecamatan - Jati Agung dan Tanjung Bintang, sementara di Kota Bandar Lampung menimpa 17 kelurahan di 13 kecamatan - Sukarame Baru, Sukarame, Korpri Jaya, Sukabumi, Way Dadi, Tanjung Senang, Labuhan Dalam, Suka Jawa, Jagabaya, Perumnas, Rajabasa, Sawah Lama, Tanjung Karang.
"Data sementara mencatat sekitar 444 kepala keluarga terdampak banjir dan satu orang dilaporkan hilang. Selain itu, sekitar 444 unit rumah warga turut terdampak akibat genangan banjir," kata BNPB mengenai akibat banjir di Lampung Selatan.
Sementara di Kota Bandar Lampung dari data sementara satu orang meninggal dunia akibat banjir dan satu lainnya masih hilang.
BPBD Kabupaten Lampung Selatan dan BPBD Kota Bandar Lampung berkoordinasi melakukan pendataan dampak banjir dan penanganan banjir di lapangan, sementara tim SAR gabungan di kedua wilayah tersebut melakukan pencarian warga yang hilang.
Saat ini Provinsi Lampung masih berada dalam status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi yang berlaku dări 1 Agustus 2025 sampan 27 Juli 2026.***
