Jakarta - Para dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Pamulang (UNPAM) melakukan kegiatan penguatan literasi media digital kepada masyarakat di wilayah Ulujami Jakarta Selatan melibatkan kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) FIKOM UNPAM yang bertujuan untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pelaksanaan kegiatan edukasi diselenggarakan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Nusantara Ulujami Pesangrahan Jakarta Selatan pada Minggu 23 November 2025 yang melibatkan delapan dosen FIKOM UNPAM dengan Ketua Tim Fandi Elvan, S.I.Kom., M.I.Kom. dan anggota yaitu 
Bagus Anggoro Prasetyo, S.Tr.I.Kom., M.I.Kom., Adrie Arief Wibisono, S.Tr.Kom., M.I.Kom., Cindy Dhea Carolla, S.Tr.I.Kom., M.I.Kom., Tengku Devani Shafira, S.Tr.I.Kom., M.I.Kom., Faisal, S.Sos., M.I.Kom., Andreas Dion Anggoro, S.S.T., M.I.Kom., dan Muhammad Reza Panangian, S.I.Kom., M.I.Kom. melibatkan 20 anggota PKK setempat.

Dengan tema “Pengembangan Diri Dan Pemberdayaan Komunitas Melalui Penguatan Literasi Media Digital Dalam Memilah Sumber Terpercaya”, pelibatan mahasiswa FIKOM UNPAM di kegiatan PKM ini bertujuan agar mereka dapat mengimplementasikan ilmu Komunikasi secara praktisi.

Program ini berfokus pada peningkatan kemampuan literasi digital, pemahaman regulasi media, serta kecakapan dalam memilah informasi di tengah maraknya hoaks dan disinformasi.

Menurut Cindy Dhea Carolla, S.Tr.I.Kom., M.I.Kom, kegiatan ini penting untuk memperkuat kapasitas ibu-ibu PKK sebagai pendidik utama di keluarga.

“Ibu-ibu PKK adalah garda depan literasi di rumah. Dengan pemahaman yang baik mengenai regulasi dan etika bermedia, mereka dapat melindungi keluarganya dari dampak negatif informasi digital,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PKK Ciledug Subiyanto SH., MM dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan program PKM bertema literasi digital.

 Menurutnya, banyak anggota PKK yang selama ini menerima dan menyebarkan informasi tanpa verifikasi karena kurangnya pengetahuan terkait literasi media.