Jakarta - Usai perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX) ditangguhkan sementara selama 30 menit pada Selasa, 18 Maret 2025 di sesi pertama karena indeks komposite (IHSG) terkoreksi 5 persen, anggota dan pimpinan DPR RI menyambangi bursa.

Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua DPR dari Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun yang be setelah berbincang dengan para petinggi BEI meminta agar pasar tenang. 

"Kami pada hari ini melakukan kunjungan untuk support dan meyakinkan kepada pasar untuk tetap tenang. Bahwa kemudian kami akan mendukung pemerintah untuk hadir dan mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu dalam tempo yang secepat-cepatnya, supaya bisa mengembalikan pasar supaya stabil," kata Dasco kepada wartawan usai pertemuan tersebut.

Ia menyampaikan bahwa penangguhan perdagangan karena komposit indeks saham turun di level 5 persen atau lebih bukan pertama kali terjadi, melainkan pernah terjadi sebelumnya saat Covid. Hal serupa pernah terjadi pada Maret 2020.

Menukiknya IHSG pada sampai pada penutupan sesi satu yang menyentuh 6,09 persen menurut Wijayanto Samirin, ekonom senior dari Universitas Paramadina, dikarenakan beberapa faktor termasuk dari dalam negeri, yakni buruknya performa APBNKita Februari 2025 yang memiliki defisit cukup besar dan outlook fiskal 2025 yang berat.

"Akibat kebijakan pemerintah yang tidak realistis dan tanpa teknokrasi yang jelas; akibat berbagai isu mega korupsi ya g merusak trust; apa yang terjadi, terkait dwi fungsi ABRI (TNI) yang dikhawatirkan menimbulkan protes besar," katanya mengenai beberapa faktor lain penyebab turunnya IHSG di BEI pada Selasa.

Faktor lain menurut Wijayanto adalah kekhawatiran investor bahwa credit rating Indonesia akan turun.

Sementara pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan selain masalah global terutama kebijakan perdagangan di Amerika Serikat, faktor ketidakpastian ekonomi di dalam negeri juga mempengaruhi menukiknya IHSG di BEI pada Selasa, 18 Maret 2025.

 "Tidak adanya ketidakpastian ekonomi domestik, kita tahu bahwa di dalam negeri pun juga dalam kondisi saat ini  terus bergejolak terutama adalah defisit anggaran yang kemarin baru dibacakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani," katanya.