Larantuka - Setidaknya 1.313 jiwa terdampak gempa dangkal berkekuatan magnitudo 4,5 pada Kamis, 9 April 2026 dini hari, setidaknya 238 rumah rusak berdasarkan informasi yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu, 11 April 2026.

Badań Meteorologi, Klimatologi dań Geofisika (BMKG) menyampaikan pusat gempa tersebut di kedalaman 5 kilomenter, berada di 21 kilometer Tenggara Kota Larantuka, Flores Timur, NTT dirasakan kuat oleh masyarakat dan bahkan orang di dalam truk yang sedang bergerak.

Informasi awal pasca gempa dari BMKG bahwa terdapat kerusakan bangunan di Kecamatan Adonara Timur.

"Hingga Sabtu, 11 April, tercatat sebanyak 285 kepala keluarga (KK) atau 1.313 jiwa terdampak (gempa) yang tersebar di Kecamatan Adonara dan Solor Timur, dengan konsentrasi terbesar di Desa Terong dan Lamahala Jaya," kata BNPB. 

Kerugian material akibat gempa bumi dangkal ini meliputi 238 rumah rusak, juga kerusakan fasilitas umum seperti tempat ibadah, sekolah, dan fasilitas sosial lainnya.

"Sebagian besar warga memilih mengungsi secara mandiri, baik di sekitar rumah menggunakan tenda darurat maupun di rumah kerabat," jelas BNPB.

Selain itu, BPBD Flores Timur pun telah mendirikan tenda pengungsi dan tenda keluarga di titik-titik aman.

Kerusakan dan korban yang diakibatkan oleh gempa berkuekuatan magnitude 4,5 ini masih terus didata. BPBD Flores Timur menginformasikan bahwa gempa susulan masih terjadi, warga memilih tidur di luar banguanan untuk alasan keamanan.***