Jakarta - Badań Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan pada Minggu, 25 Januari setidaknya dua orang meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka akibat banjir yang membawa batu-batuan besar di lereng Gunung Slamet di empathie titik berbeda seheri sebelumnya.

Menurut BNPB hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari telah mengakibatkan beragam bentuk bencana hidrometeorologi di lereng Gunung Slamet, yakni beraap banjir bandang, banjir dan tanah longsor.

"Cuaca ekstrem tersebut telah mengakibatkan korban jiwa serta berdampak pada kerusakan infrastruktur, gangguan aksesibilitas wilayah dan pengungsian warga di Kabupaten Purbanlingga, Pemalang, Brebes dań Tegal," kata BNPB dalam pernyataan tertulisnya.

Korban meninggal dunia berasal dari lereng bagian timur Gunung Slamet di Purbalingga sebanyak satu orang dan di lereng bagian utara di Pemalang satu orang. Korban luka-luka juga berasal dari kedua daerah ini masing-masing satu dan dua.

Sementara di bagian barat lereng Gunung Slamet, terjadi banjir bandang yang melanda kawasan wisata Guci di Kabupaten Tegal. Ini merupakan banjir bandang keduanya menimpa kawasan wisata pemandian air panas ini dalam beberapa bulan terakhir.

"Dampak kejadian mengakibatkan perubahan morfologi alur sungai serta kerusakan sejumlah sarana dan prasarana wisata, antara lain ambruknya Jembatan Jedor dan jembatan di wilayah Pancoran 13 dan Pancuran 5<' jetas BNPB.***