Jakarta - Kedutaan Besar Inggris di Jakarta meluncurkan UK Landing Pad di Wisma Habibie Ainun, Jakarta pada Selasa, 10 Maret 2026, sebuah bentuk inisiatif pihak kedutaan untuk mendukung startup Indonesia yang berminat ekspansi ke pasar Inggris.
Program yang merupakan kerjasama antara Inggris, Habibie Innovation Incubator dan CAST Foundation ini sekaligus ditujukan untuk memperkuat kolaborasi inovasi antara Indonesia dan Inggris, melalui Digital Access Program (DAP) UK-Indonesia Tech Hub.
Berdasarkan pernyataan tertulis Kedubes Inggris di Jakarta, acara peluncuran UK Landing Pad ini dapat menghubungkan startup dengan para ahli, mentor, investor, dan mitra bisnis yang berbasis di Inggris, sekaligus menyediakan panduan pasar yang praktis, pendampingan yang disesuaikan, serta akses ke berbagai sumber daya pilihan.
“Saya senang dapat mendukung startup Indonesia dalam menjajaki peluang internasional, terutama dimulai dari Inggris. UK Landing Pad menunjukkan bahwa Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia, yang diluncurkan oleh Perdana Menteri Sir Keir Starmer dan Presiden Prabowo Subianto pada awal tahun ini, sudah mulai menghasilkan dampak nyata," kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey saat peluncuran inisiatif UK Landing Pad.
Program ini bertujuan untuk membantu mengatasi tantangan umum yang dihadapi startup saat melakukan ekspansi internasional, terutama yang berkaitan dengan pemahaman regulasi, akses pasar, dan pengembangan jaringan. Pada akhir program, diharapkan ada tiga startup yang mulai menjalankan ekspansi secara konkret di Inggris.
Hal ini merupakan respon atas pertumbuhan pesat ekosistem startup Indonesia di sejumlah sektor, terutama fintech, healthtech, AI, dan climate tech. Meski banyak di antaranya yang menghadapi tantangan saat ekspansi ke pasar internasional.
“Bagi banyak startup di Indonesia, langkah untuk menembus pasar di luar negeri sering kali terbentur pada semacam batas yang sulit ditembus. Kita melihat talentanya, kita melihat inovasinya, tetapi kita juga memahami adanya tantangan nyata berupa perbedaan regulasi, pergeseran budaya, dan belum terbentuknya jaringan yang kuat di pasar-pasar yang jauh dari Indonesia," kata Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia Nezar Patria.
UK Landing Pad akan berlangsung selama delapan bulan, dari Maret hingga November 2026, dan dilaksanakan dalam beberapa tahap. Tahapan tersebut mencakup pengembangan platform digital, dukungan kesiapan pasar yang disesuaikan, pendampingan dari para ahli industri, serta fasilitasi koneksi dengan investor, pembuat kebijakan, dan pemimpin bisnis di Inggris.
Selain mendukung startup secara individual, UK Landing Pad juga berkontribusi dalam memperkuat koridor inovasi Indonesia–Inggris yang tengah berkembang dengan mempertemukan para entrepreneur, investor, dan pembuat kebijakan.
