Jakarta - Bulan Ramadan tahun ini, hotel berbintang empat Swiss-belresidences Kalibata menawarkan berbuka puasa dengan merasakan nuansa khas Indonesia di "Kampoeng Ramadan" dengan menu beragam, tentunya mengedepankan jenis makanan dan penganan rumahan khas Indonesia.
Saat temu wartawan pada Rabu, 28 Januari 2026 di Swiss-belresidences Kalibata, Executive Chef Yogi Cahyadi yang didampingi Chef Otong Arif Solihin menjelaskan secara rinci menu apa saja yang menjadi signature hotel ini.
Chef Otong menjelaskan bahwa di Kampoeng Ramadan Swiss-belresindences para tamu saat berbuka puasa dapat menikmati makanan pembuka seperti rujak mie khas Betawi, gado-gado, tahu gejrot dari Cirebon, gorengan dengan cabe rawit atau saos kacang, pisang goreng, soto tangkar khas Betawi dengan daging sapi berkuah santan.
(kiri-kanan Executive Chef Yogi Cahyadi didampingi Chef Otong Arif Solihin)
Tentu saja bubur sumsum dan beragam kolak, minuman tradisional seperti wedang jahe, teh poci dań sebagainya japat menjadi pembuka saat bedug magrib ditabuh.
"Untuk main course ada nasi jagung, penyetan, lauk-lauk yang jadi signature kita ada empal balado, kombinasi empal khas Jawa Barat dan Jawa Tengah serta Sumatera Barat, ayam suwir, ada masakan internasional seperti lamb khapsah pakai beras basmati dan iga kambing muda, gurame bakar, chicken wings," jelas Chef Otong.
Ada pun menu makanan penutup, Kampoeng Ramadan Swiss-belresidences Kalibata akan menyediakan di antaranya klapertart dengan durian, beragam kue tradisional, buah-buah potong, es krim dan masih banyak lagi.
"Dengan konsep buffet, tamu akan memiliki pengalaman berbuka puasa bersama bukan hanya soal makanannya, tapi juga suasananya," kata Chef Yogi.
Menurut Chef Otong, menu berbuka puasa di Kampoeng Ramadan Swiss-belresidences Kalibata akan diganti secara berkala, namun ada beberapa menu yang akan tetap hadir setiap hari.
