Jakarta - Sejak Januari 2026 berbagai wilayah di Kalimantan mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan sampai Maret mengakibatkan hampir 1.000 hektar area terbakar, demikian disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat, 27 Maret 2026.
Data ini diberikan BNPB dalam rangkaian himdbauannya kepada masyarakat untuk mewaspadai datangnya musim kemarau lebih awal di tahun ini dengan potensi angin kencang dań gelombang laut tinggi serta potensi karhutla.
Ada dua provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Tengah dan Barat yang telah mengalami karhutla sejak Januari sampai Maret 2026 ini.
"Di Provinsi Kalimantan, bencana karhutla melanda beberapa daerah. Di Kalimantan Tengah, 11 kabupaten dan satu kota dilanda karhutla sejak bulan Januari 2026. Total luasan lahan terbakar per 27 Maret 2026 mencapai 357,69 hektar," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
"Sementara itu, di Kalimantan Barat, terjadi kebakaran hutan dan lahan sejak 1 Januari 2026 sampai dengan 27 Maret 2026 dengan total luas lahan terbakar mencapai 671,933 hektare. Titik karhutla berada di 12 kabupaten dan dua kota," tambahnya.
Selain dua provinsi di Kalimantan, selama bulan Maret terjadi juga karhutla di Pulau Sumatra, termasuk beberapa wilayah di Sumatera Utara dan di Riau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau akan mulai dialami sebagian besar wilayah di Indonesia sekitar bulan April 2026, walau di beberapa wilayah masih akan ada kemungkinan hujan.***
