JakartaPresiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev pada Senin, 2 Maret 2026 berkomunikasi dengan pimpinan negara Uni Emirat Arab (UEA), Saudi Arabia, Qatar, Bahrain dan Kuwait menyampaikan dukungannya menyikapi serangan udara Iran ke negara-negara tersebut.

Iran melancarkan serangan udara ke UEA, Saudi Arabia, Qatar, Bahrain, Kuwait dan Yordania membalas serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel bersama Operasi Auman Singa yang dilancarkan ke wilayah-wilayah Iran serai 28 Februari 2026.

Serangan Iran ke UEA, Saudi Arabia, Qatar, Bahrain dan Kuwait yang merupakan anggota Dewan Kerjasama Negara-Negara Teluk (GCC) dengan sasaran pada pangkalan-pangkalan militer AS di sana. Namun, serangan udara Iran baik dengan misil mau pun drone yang berusaha ditangkis negara-negara Arab ini masih mengenai obje sipil dan berakibat korban sipil.

Presiden Kassym-Jomart Tokayev dalam komunikasinya dengan para pimpinan negara-negara tersebut mengutuk keras semua aksi militer yang bertujuan untuk menggangu kedaulan dan keamanan negara-negara tetangga dan saudara Kazakhstan itu.

"Negara kami secara konsisten mengadvokasi penyelesaian semua masalah internasional yang kompleks dan konflik bersenjata secara eksklusif melalui langkah-langkah diplomatik," kata Presiden Tokayev sebagaimana disampaikan Kedutaan Besar Kazakhstan di Indonesia. 

Kazakhstan seperti halnya Indonesia adalah negara pendiri dan anggota Board of Peace (BoP) yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump untuk perdamaian di Jalur Gaza.

Kazakhstan adalah negara di Asia Tengah dengan mayoritas penduduk beragama Islam, demikian juga Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Negara-negara anggota GCC yang adalah negara-negara Islam bersama dengan Israel, Iran dan Yordania berada di kawasan Asia Barat.

Presiden Tokayev dalam pembicaraannya dengan para pimpinan negara UEA, Saudi Arabia, Qatar, Bahrain dan Kuwait juga menegaskan sikap Kazakhstan yang soap memberikan bantuan yang diperlukan untuk negara-negara Arab itu.***