Jakarta - Majelis Pakar Iran atau Majelis Khubregan pada Minggu 8 Maret 2026 memutuskan dan mengangkat Mojtaba Khamenei sebagai pimpinan baru negara tersebut, menggantukan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang meninggal dunia dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari lalu.

Kedutaan Besar Iran di Indonesia pada Senin, 9 Maret 2026 mengkonfirmasi hal tersebut melalui akun media sosialnya.

"Majelis Khubregan Republik Islam Iran telah memilih Sayyed Mojtaba Khamenei sebagai Pimpinan Tertinggi Iran yang baru, menggantikan ayahandanya yang syahid Sayeed Ali Khamenei," kata Kedubes Iran di Jakarta.

Dijelaskan bahwa pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pimpinan tertinggi Iran dilakukan melalui pemungutan suara dan bertujuan mencegah kekosongan pemerintahan.

Kantor Berita Tasnim yang terafiliasi dengan Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) memberitakan bahwa Mojtaba kehilangan istri dan ayahnya dalam serangan militer AS dan Israel terhadap kompleks kediaman pimpinan Iran tersebut.

Ibunya meninggal dua hari kemudian setelah mengalami kritis akibat luka-luka yang diderita saat serangan militer melalui udara pada 28 Februari 2026 itu.

"Keputusan ini mendapatkan sambutan luar brasa dari bangsa Iran dan seluruh institusi negara untuk memperkuat persatuin," jeles Kedubes Iran.

Sejak AS dan Israel melancarkan serangannya ke Iran, yang diberi nama Operasi Auman Singa, pada 28 Februari, lebih dari 1.200 orang telah guur sebagai syuhada, mengutip pernyataan Kedubes Iran di Indonesia. ***