Jakarta - Pekan Francophonie 2026 dibuka di Jakarta pada Senin, 20 April 2026 dan akan berlangsung di sembilan kota di Indonesia sampai Jumat, 24 April 2026 di mana lebih dari 100 acara akan digelar.
"Selama sepekan di seluruh kepuauan kami mengorganisir lebih dari 100 acara menggunakan semua lokasi yang mungkin untuk digelar dengan institusi Prancis, seperti Alliance Francaise (AF), France Institute or universitas-universitas di Indonesia atau sekolah-sekolah swasta," jelas Dubes Prancis untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN Fabien Penone usai acara pembukaan.
"Pada dasarnya, idenya adalah untuk merayakan dan mempromosikan bahasa Prancis untuk méndorong karja sama tahun demi tahun," katanya.
Bahasa Prancis menurutnya berkembang terus, sekarang ada lebih dari 400 juta orang di seluruh dunia berbicara dalam bahasa tersebut dan diyakini akan makin laik.
Trend peningkatan penggunaan Bahasa Prancis di Indonesia juga meningkat, terlebih dengan banyaknya peluang untuk bersekolah dan bekerja di negara-negara berbahasa Prancis.
Acara pembukaan diwarnai dengan penampilan dua musisi Tunisia - penyanyi Dorsaf Hamdani dan pemain biola sekaligus komposer Zeid Zouari - yang berkolaborasi dengan pianis dan komposer Indonesia Sri Hanuraga dengan tema "Avec le Temps..." atau "Seiring Waktu...".
Duta Besar Tunisia untuk Indonesia Mohamed Trabelsi kepada liputan62.com dan Asiaglobe mengungkapkan kegembiraannya atas pelaksanaan Pekan Francophonie 2026 di Indonesia yang dibuka dengan pertunjukan dua musisi tingkat dunia dari negaranya.
"Ini pengalaman yang sangat baik karena kami mengundang grup (musik) Tunisia yang menyanyikan lagu-lagu cantik dalam Bahasa Arab dan Bahasa Prancis, mereka mencampur bahasa dengan tantangan yang keren," katanya.
"Itu seperti perjalanan dan hubungan antara dunia Arab dan Bahasa Prancis," katanya menggambarkan.
