Jakarta - Perayaan tahunan Pekan Frankofoni 2025 berakhir pada Sabtu, 22 Maret 2025 menghadirkan pertujukkan musik dari pianis dari Siprus Annini Tsioutis dan menu buka puasa ala berbagai negara penutur bahasa Perancis di Auditorium Institut Français Indonésie (IFI) Jakarta.
Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN Fabien Penone dalam pidato saat acara penutupan mengucapkan terima kasih kepada semua negara frankofoni yang berkontribusi dalam kegiatan tersebut, juga kepada berbagai kolaborator acara dari pihak Indonesia, termasuk Salihara, Kompas Gramedia, dan Universitas Negeri Jakarta dan telah dibuka sejak 17 Maret 2025.
Selain di Jakarta Pekan Frankofoni 2025 diselenggarakan di kota-kota lainnya di Indonesia, di antaranya Medan, Makassar, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Malang dengan menghadirkan lebih dari 100 acara, kata Dubes Fabien.
"Singkatnya, kita telah merasakan keragaman-keragaman bahasa Perancis yang menyatukan kita, seperti bahasa Indonesia menyatukan seluruh negeri ini," kata Dubes Fabien.
Dalam pidatonya juga menyampaikan bahwa 93 negara frankofoni yang ada di lima benua akan mengadakan KTT di tahun depan di Kamboja, salah satu negara anggota ASEAN.
Hari Frankofoni diperingati setiap tanggal 20 Maret, sehingga Pekan Francophonie dilaksanakan hampir serentak di berbagai negara, yang pada tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan, saat umat Islam di seluruh dunia sedang melaksanakan ibadah puasa.
Di sesi acara penutupan juga diumumkan lima pemenang lomba video puisi berbahasa Perancis, dengan pemenang utama Rendy Kusuma Indra Permana dari Surabaya dengan judul puisi "L'Homme" atau "Laki-Laki Itu".
Sebagai pemenang utama, Randy memperoleh kesempatan belajar singkat di Perancis dengan tiket pulang pergi diberikan oleh salah satu pendukung Pekan Frankofoni 2025 di Indonesia, yaitu Penerbit Airlangga.
Randy dan keempat pemenang lainnya menang dari seleksi terhadap lebih dari 200 video puisi yang masuk.


