Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Chicago, Amerika Serikat (AS) saat ini tengah melakukan pendampingan terhadap seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial A.W.H. yang telah ditangkap oleh Homeland Security dan Immigration and Customs Enforcement (ICE) negara Paman Sam padal 27 Maret 2025 di Minnesota.

Menurut Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, dalam pernyataan pers tertulis pada Selasa, 15 April 2025,  KJRI Chicago telah berkomunikasi dengan A.W.H. dan istrinya yang berwarganegara AS. Dipastikan bahawa selama proses hukum, WNI tersebut telah didampingi pengacara.

"A.W.H. telah menjalani persidangan pada tanggal 10 April 2025 dengan putusan yang bersangkitan dapat dibebaskan dengan jaminan, namun Departement of Homeland Security mengajukan banding yang dijadwalkan diadakan pada tgl 17 April 2025.  Saat ini A.W.H. ditahan di Kandiyohi County Jail, Marshall, Minnesota," jelas Judha.

Penangkapan A.W.H. karena  pada tahun 2022 tercatat mendapat gugatan hukum karena melakukan tindak perusakan properti saat ikut dalam aksi demonstrasi terkait kematian George Floyd yang dikenal dengan aksi "Black Lives Matter".

Perusakan properti dianggap sebagai pelanggaran derajat empat dalam hukum AS.

"Kemlu dan KJRI Chicago akan terus melakukan pendampingan hukum untuk memastikan terpenuhinya hak-hak A.W.H. dlm proses hukum di AS," kata Judha.

Pemerintah AS di bawah kepimpinan Presiden Donald Trump telah mengeluarkan kebijakan imigrasi ketat bagi imigran yang ada di negara tersebut, termasuk mencabut visa pelajar bagi pelajar asing yang pernah berpartisipasi dalam berbagai aktivitas demonstrasi, bahkan yang terindikasi memberi dukungan kepada Palestina.

A.W.H. adalah satu dari ratusan mahasiswa asing yang dicabut visa pelajarnya dan ditahanan oleh ICE, menanti pendeportasian.

Informasi mengenai A.W.H. mencuat di media sosial, usai istrinya menggalang donasi di salah satu platform penggalangan dana gofundme, di mana kronologis penangkapan sang suami juga diceritakan. Pasangan muda ini memiliki seorang putri berusia delapan bulan. (***)