Jakarta - Dalam rangka merayakan Hari Kartini 2025 pada Senin, 2025, Komunitas Perempuan Berkebaya (KPB) meramaikannya dengan mempromosikan budaya kebaya dan kain Batik Indonesia kepada perempuan-perempuan warga negara asing, khususnya dari India yang ada di Jabodetabek dalam gelaran busana bernarasi.

Dalam kesempatan itu, anggota KPB menampilkan kebaya janggan yang dipadukan dengan batik bermotif Gurdo yang merupakan koleksi pribadi Indiah Marsaban, kebaya kartini dipadukan dengan selendang dan batik bermotif Sido Mukti oleh Puryanti, dan kebaya kerancang Betawi dan batik Rifai'yah bermotif Lancur atau ayam jago dari koleksi Dwi Setjohoetomo.

Peraga lainnya membawakan kebaya kutubaru yang dipadankan dengan kain jumputan batik Nitik dengan prada oleh Nia Zulhadji, kebaya kerancang dipadu dengan batik bermotif Nitik Dipo dari koleksi Rahma, kebaya kartini panjang dengan batik motif Jawa Hokokai buketan bunga oleh Ida Saragih.

Peragaan berlanjut dengan perkenalan kebaya kutubaru yang dipadankan dengan batik Megamendung seri kupu-kupu dari koleksi Nila Umar Hadi, dan kebaya basiba dari Minangkabau yang dipadankan dengan batik Tiga Negeri dari koleksi Rihaya Syukur.

Ketua dan salah satu pendiri KPB, Lia Nathalia, pada kesempatan peragaan kebaya dan batik tersebut menarasikan jenis kebaya dan kekhasannya, demikian juga dengan setiap motif batik yang dikenakan beserta dengan filosofinya.

"Kolaborasi Komunitas Perempuan Berkebaya dengan Kulture Resto sebagai penyelenggara perayaan Hari Kartini yang dihadiri oleh komunitas perempuan India di Jabodetabek adalah sebuah bentuk diplomasi budaya Indonesia," kata Lia.

Ini pertama kalinya Kulture Resto yang dimiliki Geetika Sainani menyelenggarakan perayaan Hari Kartini, setelah sebelumnya acara serupa selalu diselenggarakan pada momen perayaan Hari Perempuan Internasional di bulan Maret.

"Selamat datang di Kalture, kita merayakan Hari Kartini bersama.Senang bersama melihat Anda semua di sini, juga dari Komunitas Perempuan Berkebaya. Seperti kita ketahui, Hari Kartini adalah hari penting buat setiap kita, kita memperingati pemberdayaan perempuan," kata Geetika saat menyambut para tamu undangan.

Istri Duta Besar India untuk Indonesia, Dr. Taruna Chakrvorty, yang hadir dalam perayaan Hari Kartini di Kalture Resto, Jakarta menyampaikan pentingnya merayakan kelahiran pejuang perempuan Indonesia ini, karena ia menjadi simbol pemberdayaan perempuan.