Tokyo - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada Jumat, 23 Januari 2025 resmi membubarkan Majelis Rendah Jepang , berakibat penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) lebih awal, direncanakan akan berlangsung pada 8 Februari 2026 mendatang.

Keputusan PM Takaichi, perempuan pertama yang memimpin pemerintahan Jepang, berdampak pada singkatnya waktu kampanye bagi partai politik, yakni 12 hari untuk memilih 465 orang untuk mengisi kursi di parlemen.


Pemilu lebih awal ini juga akan menjadi ujian pertamanya dalam seni politik dalam negeri setelah dilantik menjadi PM Jepang di bulan Oktober 2025 lalu.

Keputusan PM Takaechi membubarkan Majelis Rendah dibacakan oleh Ketua DPR Jepang Nukuga Fukushiro yang disambut anggota parlement dengan "Banzai".***