Jakarta - Sekretaris Jenderal Amnesty International Agnes Callamard dalam kunjungannya ke negara-negara Asia, termasuk Indonesia untuk kampanye global melawan praktik-praktik otoriter menemukan tren global peningkatan praktik otoriter seperti yang ditunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan mulai terasa di Indonesia.

Dalam siaran pers Amnesty Internasional Indonesia yang diterima IKNTerkini pada Jumat, 7 Maret 2025 disampaikan bahwa Callarmard mengunjungi Indonesia antara 4 dan 7 Maret.

Saat di Indonesia, ia bertemu berbagai pihak terkait dengan penegakkan hukum dan hak asasi manusia (HAM), termasukKetua Mahkamah Agung, pejabat Kejaksaan Agung. 

“Saya berkunjung ke Indonesia dalam rangka kampanye global menentang praktik-praktik otoriter di penjuru dunia sebagai bagian dari resistensi global terhadap langkah Donald Trump bersama sekutunya melanggar hak asasi manusia dan tata kelola global,” kata Callamard, Jumat 7 Maret 2025, di kantor Amnesty International Indonesia di Jakarta. 

Sebelum Indonesia, Callamard juga telah mengunjungi Sri Lanka. Sementara untuk kunjungan ke Indonesia, Sekjen Amnesty International juga menelaah laporan-laporan terkait HAM.

“Saya sebelumnya berkunjung ke Sri Lanka membawa misi dan menyampaikan pesan yang sama kepada pemerintahan baru di sana dan saya sekarang di Indonesia untuk menganalisis perlindungan hak asasi manusia di negara ini,” jelasnya Callamard. 

Selama kunjungan ini, Callamard menemukan bahwa tren global meningkatnya praktik-praktik otoriter, sayangnya, juga tercermin di Indonesia.

“Saya pun menyerukan peran yang lebih besar bagi media-media massa yang independen beserta segenap masyarakat dan tokoh-tokoh agama untuk menentang bangkitnya praktik-praktik otoriter di negeri ini,” kata Callamard.  

“Mungkin hal itu tidak mengusik Anda hari ini, namun jangan salah, apabila hal itu dibiarkan maka akan banyak lagi yang terdampak, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia,” lanjutnya.