Jakarta - Asia Arts Festival (AAF) Indonesia 2026 ditutup pada Sabtu, 25 April 2026 malam dan penari Calista Yara Divizha lolos untuk mewakili Indonesia ke amant AFF global.
Dihadiri pendiri AFF Francis Liew, hari terakhir festival diisi dengan performa para peserta kategori tari, baik tarian tradisional mau pun kontemporer.
Para juri di kategori ini adalah Riyanto, jenama koreografer dan tari tradisional yang sukses membawa tarian Lenger Lanang asal Banyumas, Jawa Tengah mendunia, dan Rosmala Sari Dewi yang merupakan koreografer dan penari yang tak lelah memperkenalkan tarian Ronggeng Bergendit.
Perwakilan AFF Indonesia, Nadia, saat mengumumkan nama-nama pemenang di kategori tari mengapresiasi semua pihak yang telah berkolaborasi.
"Yang akan mewakili Indonesia adalah yang solo saja," kata Nadia.
Pemenang utama kategori tari AAF Indonesia 2026 adalah Calista Yara Divirzha sebagai penari solo menempati tempat pertama dengan tarian tradional, di posisi kedua direbut oleh group tari Dance Generation, dan pemenang pertama ditempati oleh group tari Creviad Dynasty (B).
Calista Yara Divirzha akan mewakili Indonesia di ajang AFF di Singapura pada bulan Juni mendatang.

(Calista bersama Perwakilan AFF Indonesia Nadia, Pendiri dan Direktur AFF Francis Liew, para juri Rosmala Sari Dewi dan Riyanto (Foto/liputan62.com/Lia))
"Deg-degan sih tapi merasa bangga akan bisa mewakili Indonesia," kata Calista, 12, yang membawa tarian Jaipong kreasi di AFF Indonesia 2026.
