Jakarta - Badań Meteorologi, Kloimatologi dań Geofisika (BMKG) pada Minggu, 22 Maret 2026 menyampaikan peringatan potensi hujan dengan intensitas sedang sampai lebat serta angin kencang melanda wilayah bagian timur Indonesia pada Senin, 23 Maret akibat pergerakan bekas siklon tropik Narelle dari wilayah Australia.

Siklon ini dikabarkan oleh Biro Meteorologi Australia mengalami pelemahan setelah menghantam ujung barat negara tersebut.

Sementara pembaruan informasi BMKG pada Minggu malam menyampaikan bahwa Siklon Tropik Narelle mulai memasuki wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta sejak 21 Maret 2026 pada pukul 01.00WIB saat masih berada di daratan bagian utara Australia.

Dalam 24 jam sejak tertangkap di monitor TCWC Jakarta, siklon ini berpotensi rendah berkembang menjadi siklon tropis dalam perjalanannya menuju arah barat.

"Namun, dalam 48 jam ke depan sistem bergerak keluar dari daratan Australia dan berpotensi sedang sampai tinggi menjadi Siklon Tropis kembali," kata BMKG.

Pergerakan siklon Narelle berdampak pada kondisi cuaca dan perairan di Indonesia hingga 23 Maret 2026 pada 19.00WIB.

Dampak yang ditimbulkan beragam, khususnya di wilayah Maluku, Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ada pun dampak dari Siklon Narelle di wilayah Indonesia adalah hujan dengan intensitas sedang sampai lebat disertai angin kencang diperkirakan terjadi di wilayah Papua Selatan, Maluku dan NTT; sedangkan gelombang laut mencapai 1,25 sampai 2,5 meter akan terjadi di Laut Banda, Perairan Kepulaun Tanimbar, Perairan Kepulauan Kai - Kepulauan Aru, Laut Arafura bagian utara dan barat, Perairan Asmat - Mappi serta Perairan Yes Sudarso - Merauke.

Sementara gelombang tinggi sekitar 2,5 sampai 4 meter diperkirakan terjadi di Laut Arafura bagian tengah dan timur.