Islamabad - Delegasi Amerika Serikat (AS) dan Iran tiba di Islamabad, Pakistan pada Sabtu, 11 April 2026 untuk melakukan pembicaraan dalam rangka upaya penghentian perang di kawasan Asia Barat.
Operasi militer gabungan AS dan Israel mulai melakukan penyerangan ke Iran pada 28 Februari 2026. Israel menyebut operasi ini sebagai bagian dari operasi "Roaring Lion", sementara AS menyebutnya "Epic Fury".
Iran melakukan serangan balasan ke Israel dan ke negara-negara tetangganya di kawasan Teluk - Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, Saudi Arabia, Oman dan Yordania - dengan alasan AS meluncurkan serangannya ke Iran dari negara-negara tersebut.
Iran juga tidak menginzinkan kapal-kapal yang terafiliasi dengan AS dan Israel melewati Selat Hormuz yang telah berdampak pada tergangunya randai distribusi global, berdampak pada ancaman krisis energi dan pangan, serta resesi ekonomi.
Upaya komunikasi yang coba dilakukan AS dan Iran kemudian disepakati untuk dimediasi oleh Pakistan, hinggua pertemuan ini terjadi.
Sebelum pertemuan terjadi, pada Selasa, 7 April, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu.
Delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden J.D, Vance didampingi Steve Witkoff, Jared Kushner dan Laksamana Brad Cooper tiba lebih dulu di Islamabad sebelum delegasi Iran yang dipimpin Ketua Majelis Rakyat Iran Mohammad Bagher Ghalibat yang didampingi Menlu Abbas Araghchi, Dr. Ahmadian dan Dr. Hemet.

(PM Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif (kanan) menyambut Ketua Majelis Rakyat Iran Mohammad Bagher Ghalibaf di Islamabad pada Sabtu, 11 April 2026 (Foto/Kantor PM Pakistan))
Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif melakukan perbincangan terpisah dengan kedua delegasi usai ketiibaan mereka, sebelum masuk pada pembicaraan puncak.***
