Bogor - Produsen semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, anak perusahaan BUMN PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, terus berupaya menjadi bagian dari industri hijau dengan menggunakan bahan bakar dari energi terbarukan hasil pengelolaan sampah berupa Refuse Derived Fuel (RDF).
Melalui kerjasama dengan 21 pemerintah daerah (Pemda) hingga akhir 2025, Solusi Bangun Indonesia telah memanfaatkan lebih dari 172.000 ton RDF yang setara dengan 17.000 truk sampah penuh sampah perkotaan yang dialihkan dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Dengan menggunakan RDF sebagai bahan bakar produksi adalah upaya mengurangi emisi gas yang dilakukan Solusi Bangun Indonesia. Hal ini mengingat RDF dapat dimusnahkan tanpa menyisakan residu dengan metode co-processing, yakni memanfaatkan temperatur tanur semen hingga 1.500 derajat Celcius, bisa mengendalikan emisi.
“Selain membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat, pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif juga membantu transisi Solusi Bangun Indonesia menuju industri hijau," kata Direktur Operasi Solusi Bangun Indonesia Edi Sarwono, dikutip dari pernyataan tertulis perusahaan pada Selasa, 24 Februari 2026.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan bahan bakar RDF dapat membantu "mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan menurunkan emisi karbon dari proses produksi semen”.
Perusahaan menyadari bahwa Indonesia sedang mengahadapi darurat sampai, yang mana sampai akhir 2025 terdapat lebih dari 50 juta ton sampah, 60 persen di antaranya belum terkelola secara optimal.
Solusi Bangun Indonesia yang mengeoperasikan empat pabrik semen di Narogong, Cilacap, Tuban, dan Lhoknga memiliki kapasitas prodüksi hampir 15 juta ton per tahun.
Upaya lain yang dilakukan produser semen ini dalam mendukung reduksi efek rumah kaca di Indonesia adalah mendorong keterlibatan aktif karyawan melalui program Aksi Sedekah Sampah Bersama tau Aksi SESAMA, yaitu kegiatan untuk memilah dan menyalurkan sampah yang masih bisa di daur ulang yang dibawa ke bank sampah di sekitar wilayah operasi.
Solusi Bangun Indonesia mencatat bahwa hingga tahun 2026, Aksi SESAMA telah mengumpulkan dan menyalurkan 4,6 ton sampah terpilah yang bisa didaur ulang ke bank sampah.
