Ankara - Indonesia dan Turkiye menegaskan penguatan kemitraan strategis kedua negara dengan menggelar pertemuan tingkat menteri 2+2, para Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan, di Ankara, Turkiye pada Jumat, 9 Januari 2026.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, sementara delegasi Turkiye dipimpin Menlu Hakan Fidan dan Menhan Yaşar Güler.


Dalam keterangan tertulis Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI pada Sabtu, 10 Januari 2026 disampaikan bahwa pertemuan Indonesia-Turkiye  +2 adalah wujud penguatan kemitraan strategis di bidang politik, pertahanan, dan keamanan yang merupakan tindak lanjut pertemuan pimpinan kedua negara sebelumnya yang menyepakati Kerjasama Strategis Tingkat Tinggi.

"Serta menjadi forum penting untuk menyelaraskan kebijakan luar negeri dan pertahanan kedua negara dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis global," kata Kemenhan RI.


Isu-isu yang dibahas dalam pertemuan tingkat menteri itu adalah perkembangan hubungan bilateral, isu-isu strategis regional dan global, serta arah penguatan kerja sama pertahanan dan industri pertahanan.

"Indonesia dan Turkiye menegaskan komitmen bersama untuk mendorong kemandirian pertahanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan kerja sama industri pertahanan yang saling menguntungkan," kata Kemenhan RI.

Menhan RI Sjafrie Sjamsuddin dalam pertemuan dengan mitranya dari Turkiye menekankan bahwa sinergi antara diplomasi dan pertahanan merupakan elemen kunci dalam menjaga stabilitas regional dan global.

Ada pun Kerjasama pertahanan Indonesia–Turkiye diarahkan untuk meningkatkan interoperabilitas, kesiapan operasional, serta kontribusi aktif kedua negara dalam misi perdamaian dunia dan upaya kemanusiaan.

Kedua pihak sepakat bahwa pertemuan 2+2 berikutnya akan diselenggarakan di Jakarta sebagai bagian dari kesinambungan dialog tingkat tinggi Indonesia–Turkiye.(***)