Bandung - Korban tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat terus ditemukan, sampai Senin, 26 Januari 2026 tim search and rescue (SAR) telah mengevakuasi 25 kantong jenazah dan proses pencarian terhadap puluhan lainnya yang dinyatakan hilang tetap dilakukan.
Operasi pencarian korban yang dipimpin Badań SAR Nasional (Basarnas) akan fokus bekerja di dua titik sebagaimana disampaikan oleh Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo N.S., M.Tr.Opsla saat memimpin pengarahan rencana operasi SAR hari ketiga tanah longsor di Bandung Barat pada Senin, 26 Januari 2026.
Tim SAR gabungan untuk longsor Cisarua, Bandung Barat ini terdiri dari personel Basarnas, TNI/POLRI, Kementrian PU, BNPB, Kementrian Kesehatan, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Relawan dan Komunitas SAR.
Sampai Senin pagi dilaporkan masih 80 orang belum ditemukan.
"Hari ini Kita fokuskan membagi tim menjadi dua sektor, yakni sektor A di bagian timur dan sektor B di bagian barat Desa Pasirlangu. Hari ini kami memiliki penambahan kekuatan personel dari Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Jogja, Kantor SAR Cilacap dan juga potensi SAR dan relawan dari berbagai organisasi," kata Direktur Operasi SAR Basarnas.
Menurut perwira tinggi TNI AL itu, alat berat yang digunakan untuk pencarian korban terdiri dari 9 excavator.
Sementara itu 25 kantong jenazah telah diserahkan kepada tim DVI untuk dihdentifikasi.
"Setiap kantong jenazah kami serahkan ke pihak DVI untuk dilaksanakan identifikasi, selanjutnya tim DVI yang akan merilis data data data korban tersebut," tukas Direktur Operasi SAR Basarnas. ***
