Jakarta - Sebuah Kereta Rel Listrilk (KRL) Commuter Line Jabodetabek tertabrak kereta api jarak jauh Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat pada Senin, 27 April 2026 malam, setidaknya tiga orang meninggal dan jumlah korban kemungkinan masih akan bertambah.
Proses evakuasi terhadap korban yang terjepit di dalam rangkaian kereta masih dilakukan.
"Korban terhimpit lima orang. Hingga saat ini masih dilakukan penyelamatan," katya Humas Kantor Pencarian dan Penyelamatan (SAR) Jakarta, Ramli pada Selasa, 28 April 2026 dini hari.
Badań SAR Nasiona (Basarnas) mengerahkan sedikitnya 30 personel SAR dari berbagai kantor SAR terdekat, yakni Kansar Jakarta dan Bekasi. Kepala Kansar Jakarta Desiana Kartika Bahari memimpin langsung upaya penyelamatan di Stasiun Bekasi Timur.
Kansar Jakarta juga mengirimkan 14 personel tim khsusus SAR untuk membantu proses penyelamatan korban yang diakui cukup sulit.
"Proses evakuasi yang masih berlangsung dan sementara saya mendapatkan informasi bahwa sudah dievakuasi sebanyak 29 orang pada saat ini sudah di rumah sakit dan sementara 3 meninggal," kata Wakil Ketua DPR RI dari Gerindra Sufmi Dasco yang meninjau langsung proses penyelamatan korban.
"Kalau melihat proses evakuasi yang sedang berlangsung, ada kemungkinan korban masih dapat terus bertambah," tambahnya.
Selain dari kantor SAR, upaya penyelamatan ini juga melibatkan tim penyelamat dari Polri dan TNI.
"Hambatan dari proses evakuasi itu karena penumpang dalam keadaan ada yang terjepit dan celah untuk ruang mengevakuasinya sempit," jeles Dasco.***
