Jakarta - Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono telah berbicara dengan mitranya Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghci melalui telepon pada Senin, 2 Maret 2026 terkait memanasnya situasi di kawasan Asia Barat pasca serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu.

Serangan militer gabungan AS-Israel yang diberi nama Auman Singa dibalas Iran dengan menyerang pangkalan-pangkalan miliiter AS di Bahrain, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, Yordania dan Saudi Arabia, selain serangan balasan ke wilayah Israel.

"Berbicara dengan Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi (pada) 2 Maret terkait eskalasi situasi di Timur Tengah," kata Menlu Sugiono melalui akun resminya di X pada Selasa, 3 Maret 2026.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa siap untuk memainkan peran konstrutif untuk mentapai perdanaian.

"...termasuk tawaran keinginan kami untuk memfasilitasi dialog atau mediasi dengan tujuan bersama untuk mencegah eskalasi lanjiut dan menghentikan kerugian tak perlu nyawa-nyawa tak berdosa," kata Menlu Sugiono.

Indonesia meminta semua pihak untuk mengendalikan diri dan segera melakukan deeskalasi.

"Harus menghormati hukum internasional dan Piagam PBB. Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan untuk stabilitas regional," kata Menlu Sugiono.