Jakarta - Di tengah cuaca yang dingin, hujan yang basah, becek dan bau sampah yang menusuk hidung, anggota tim gabungan pencarian dan penyelamatan (SAR) korban longsor gunungan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat terus bekerja melawan waktu untuk selamatkan nyara.

Hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari terakhir di wilayah Jabodetabek telah mengakibatkan longsor dari gunungan sampah di TPA Bantargebang pada Minggu, 8 Maret 2026 siang.

Sampai Senin sore, enam korban selamat, enam korban meninggal dunia telah ditemukan dan satu orang masih dinyatakan hilang.

Kondisi tidak yaman, tidak menghalangi anggota tim SAR gabungan mencari korban yang terekam dalam foto-foto berikut, yang berasar dari Kantor SAR Jakarta.

(Pencarian korban pada Minggu, 8 Maret malam dengan latar belakang burit sampah)

(Evakuasi jenazah salah satu korban yang ditemukan dari longsoran sampah pada Minggu, 8 Maret 2026 malam)

(Apel tim SAR gabungan sebelum memulai upaya pencarian dan penyelamatan pada Senin,9 Maret 2026 pagi di TPA Bantargebang. Setidaknya 336 orang terlibat dalam operasi ini)

(Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (dua dari kanan) meninjau proses SAR yang sedang berlangsung di Zona 4 TPA Bantargebang pada Senin, 9 Maret 2026 pagi. Sebagian besar sampah yang tiba di TPA Bantargebang berasal dari DKI Jakarta)

(Dua unit eksavator sedang mencari korban di tumpukan sampah pada Senin, 9 Maret 2026)