Labuan Bajo - Operasi pencarian (SAR) tiga warga negara asing (WNA) asal Spanyol korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di Perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki hari keenam pada Rabu, 31 Desember 2025.

Operasi SAR hari keenam ini ditinjau langsung oleh Deputi Bidang Operasi Badan SAR Nasional (Basarnas) Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso yang meninjau langsung jalannya operasi pencarian.

Selain melakukan rapat koordinasi teknis dengan Tim SAR gabungan, Deputi Operasi Basarnas juga menyampaikan apresiasi Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii kepada seluruh SAR Gabungan.

Operasi SAR selama enam hari telah berhasil menemukan satu dari empat korban hilang pada 29 Desember lalu, pasca  memperoleh informasi dari nelayan Pulau Serai. Hal ini dinilai sebagai bukti nyata soliditas dan sinergitas yang telah terbangun kuat di lapangan.

Fokus utama operasi saat ini diarahkan pada titik-titik penyelaman strategis dengan mengerahkan sebelas penyelam profesional.

KM Putri Sakinah yang membawa 11 orang - enam penumpang dan lima kru - tenggelam di Perairan Labuan Bajo pada Jumat, 26 Desember 2025. Keenam penumpang adalah WNA Spanyol. 

Tujuh orang selamat dan empat lainnya hilang, keempatnya WNA Spanyol. Pada 29 Desember 2025, satu jenasah perempuan ditemukan dan proses identifikasi jenasah dilakukan untuk memastikan apakah jasad tersebut adalah korban hilang dari kecelakaan laut KM Putri Sakinah.

Dalam arahannya kepada Tim SAR gabungan, Deputi Operasi Basarnas menegaskan agar semua anggota tim mengutamakan keselamatan diri di tengah kondisi alam yang dinamis.

Deputi Operasi Basarnas juga menyempatkan diri mengunjungi KN SAR Puntadewa untuk memotivasi personel yang bertugas.  Personel diminta tidak memaksakan operasi jika cuaca tidak bersahabat dan bagi para penyelam agar selalu waspada terhadap pergerakan arus di bawah permukaan laut demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.(***)