Jakarta - Seruan bagi para korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) untuk memecah kenunyian, berani berbicara dan barhenti menormalisasi segala bentuk kekerasan disampaikan dalam kegiatan edukasi Harakah Majelis Taklim (HMT) di kawasan Jakarta Selatan pada Minggu, 8 Februari 2026.
Seruan ini didengungkan para narasumber dalam diskusi bertema “Majelis Taklim Sebagai Pilar Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Dalam Rumah Tangga: Strategi Edukasi Melalui Film Suamiku, Lukaku” yang diselenggarakan oleh Women's Crisis Center (WCC) Puantara berkolaborasi dengan HMT, SinemArt, the Big Pictures dan Tarantella Pictures.
Diskusi diawali dengan preview film besutan SInemArt berjudul Suamiku, Lukaku yang menggambarkan berbagai bentuk KDRT yang menjadi pemantik diskusi jemaah Harakah Majelis Taklim (HMT), dalam rangkaian peringatan Hari Perempuan Internasional 2026.
“Tugas kita bersama-sama menggaungkan kekerasan tidak boleh ditoleransi. Kita harus memecah kesunyian, jangan kita pendam sendiri karena kesehatan kita akan terganggu,” ajak Aktor Ayu Azhari, salah satu pemeran di film Suamiku, Lukaku.
