Tangerang Selatan - Dalam rangkaian perayaan Hari Perempuan Internasional, Women's Crisis Center (WCC) Puantara berkolaborasi dengan Pra Aisyiyah Bintari menyelenggarakan kegiatan edukasi bertema "Bangkit dan Berdaya" yang dilangsungkan pada Jumat, 27 Februari 2026 di Bintaro,Tangerang Selatan, Banten.

Kegiatan edukasi bagi penyintas dan pendamping korban  kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta perempuan yang peduli pada isu perlindungan dan pemberdayaan perempuan diawali dengan preview film Suamiku, Lukaku yang diproduksi ole SinemArt.

Film Suamiku, Lukaku adalah film yang berdasarkan kisah nyata berbagai bentuk KDRT yang dialami perempuan.


Viva Westi, sutradara film Suamiku Lukaku usai preview film tersebut menyampaikan bahwa film ini tidak hanya menggambarkan korban KDRT, tetapi juga menunjukkan bagaimana kekerasan dapat diwariskan secara tidak langsung kepada anak.

Melalui film "Suamiku, Lukaku", diharapkan masyarakat memahami bahwa siklus kekerasan dapat dihentikan karena selalu ada solusi yang juga dihadirkan dalam film ini, kata Viva Westi.

Sementara itu, Advokat WCC Puantara Siti Husna menegaskan pentingnya literasi hukum bagi perempuan dalam menghadapi KDRT.

Menurutnya, film Suamiku, Lukaku menggambarkan bentuk-bentuk kekerasan dalam rumah tangga sekaligus bagaimana hukum memberikan perlindungan bagi korban.

Selanjutnya dilakukan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas diri para perempuan yang hadir di kegiatan edukasi tersebut, digelar pelatihan make up yang difasilitasi oleh Wardah sebagai bagian dari komitmen Paragon Technology and Innovation dalam mendukung pemberdayaan perempuan.


Pelatihan make up tersebut tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada afirmasi diri dan peningkatan rasa percaya diri.

Diharapkan kegiatan pelatihan make up dapat meningkatkankepercayaan diri korban KDRT yang dalam banyak kasus kerap diabaikan dalam proses pemulihan.***